3 Kategori di Anugerahkan BKN Award Tahun 2022 Kepada Pemda Kabupaten Intan Jaya

NABIRE – Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah menerima Anugerah BKN Award tahun 2022. Tak tanggung – tanggung kabupaten yang beberapa tahun terakhir ini sedang dilanda konflik bersenjata itu, meraih menyabet penghargaan untuk tiga kategori, yakni untuk kategori Penerapan Pemanfaatan data Sistem Informasi dan CAT untuk nominasi Pemerintah Kabupaten Wilayah Timur Tipe Kecil mendapat Peringkat Pertama.

Selain itu juga kabupaten yang beribukota Sugapa ini juga meraih peringkat 5 di kategori Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian serta kategori Implementasi Penerapan Manajemen Kinerja masuk di peringkat 4.

Untuk diketahui Penganugerahan BKN Award tahun 2022 ini telah diumumkan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian BKN tahun 2022 pada tanggal 21 Juli lalu di Jakarta.

intan jaya

 

Namun proses penyerahannya baru dilaksanakan secara  langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara – Republik Indonesia  (BKN-RI) Bima Haria Wibisana, pada hari Selasa (13/9/2022) di Gedung Negara Pemkab Nabire yang diterima Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni.

Kepada wartawan usai penyerahan award, Bupati Natalis Tabuni menyampaikan terima kasih kepada BKN Pusat atas award yang diberikan, dikarenakan akhir – akhir ini kabupaten yang dipimpinnya itu sedang dilanda konflik bersenjata.

“Namun artinya apa yang kami upayakan dan kami laksanakan dalam hal pelayanan pemerintahan untuk ASN. Ternyata dapat perhatian. Walaupun kami dilanda konflik, tetapi kami tidak ketinggalan dan bisa mengikuti proses- proses nasional. Terutama dari BKN, sehingga tiga penghargaan ini bisa menjadi motivasi pemerintah daerah,”kata Bupati NT sapaan akrabnya.

Dikesempatan itu dirinya juga berpesan  terutama kepada ASN Intan Jaya agar jangan langsung berpuas hati. Tetapi kedepannya harus lebih memacu lagi dan lebih bersemangat lagi agar bisa meraih penghargaan lagi.

“Terutama selain penghargaan ini yang lebih utama adalah memberikan pelayanan. Karena akhir – akhir ini pegawai negeri di Intan Jaya akibat konflik bersenjata mereka lebih sering berada di Nabire,”bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *