bupati intan jaya dan tni-polri

Sugapa – Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh-tokoh di kabupaten Intan Jaya, Papua, menjaga keamanan di wilayah tersebut. Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara.
Natalis Tabuni menyampaikan arahan itu dalam rapat bersama pemda, TNI-Polri, dan tokoh-tokoh masyarakat guna membahas masalah keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Selasa (14/9/2020). Rapat yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Natalis mengaku prihatin terhadap adanya konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya. Konflik ini berdampak pada aktivitas perekonomian.

“Karena kejadian pembacokan dan penganiayaan terhadap dua tukang ojek, sehingga ojek dan aktivitas masyarakat di Distrik Titigi, Homeyo, dan Wandai lumpuh. Hal lain para guru, dokter, dan kontraktor semua ketakutan, mulai Desember 2019 sampai hari ini,” jelasnya.

Natalis kemudian mengajak komponen TNI-Polri, pihak gereja, tokoh-tokoh adat, agama, dan seluruh lapisan masyarakat yang ikut pada rapat itu untuk menyampaikan saran, kritik, dan masukan kepada pemda serta TNI-Polri

Sementara itu, Danrem 173/PVJ Brigjend TNI Iwan Setiawan mengatakan TNI dan Polri datang untuk memberikan solusi. Juga memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Saya Danrem 173 turut bertanggung jawab atas keamanan di Kabupaten Intan Jaya. Jangan ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bupati, tokoh agama-adat harus tegas karena kejadian-kejadian yang sudah terjadi memberikan dampak negatif terhadap keamanan maupun perekonomian di Kabupaten Intan Jaya,” kata Iwan dalam rapat itu.

Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara dalam kesempatan yang sama mengatakan kehadiran Polri bertujuan untuk menjaga keamanan di Kabupaten Intan Jaya. Dia kemudian menyinggung peristiwa penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

“Beberapa hari lalu Bapak Wakapolda sudah berkunjung ke daerah ini dan saya sudah memberikan data ke beliau kurang-lebih ada 15 kasus berat di Kabupaten Intan Jaya dan salah satu kasus terakhir yaitu meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani,” ujarnya.

I Wayan harap masyarakat semua turut membangun dan memberikan rasa aman di Kabupaten Intan Jaya. Dia meminta agar seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan.

“Kalau memang mau ajak perang antara TNI-Polri dengan KKB, mari kita perang di hutan yang jauh dari masyarakat, sehingga tidak ada masyarakat yang menjadi korbannya,” kata Wayan.

“Mari kita menjaga keamanan bersama-sama. Kejadian sekecil apa pun yang ada di masyarakat, tolong informasikan kepada kami, TNI-Polri. Jangan takut, mari kita bersinergi menjaga Kabupaten Intan Jaya Ini. Saya mengajak dari hati nurani yang paling dalam, tolong kepada pihak yang masih berseberangan dengan kita agar segera sadar dan kembali ke pangkuan NKRI,” jelasnya.

Pada akhir rapat ini, Bupati Natalis mengajak seluruh tokoh yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Intan Jaya menandatangani kesepakatan bersama. Kesepakatan itu berisi agar masyarakat dan para tokoh-tokoh turut serta menjaga sitkamtibmas di Kabupaten Intan Jaya.

Turut hadir dalam rapat ini, Sekda Intan Jaya Aser Mirip, Danrem 173 Brigjen TNI Iwan Setiawan, Dansatgas Elang Brigjen TNI Joni Triman, Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G Antara, Pasiops Satgas PAM Rahwan Kompol Afrizal Asri, SIK, Katim Satgas-I AKP Ferdinand E Numberi, Danpos TNI 500 R Kapten M Rehan, serta Kapolsek Sugapa Ipda Engel Mayor.

By snadmin