Headlines

Keindahan Gunung Cartensz Di Papua Tengah

gunung cartensz

Keindahan Gunung Carstensz di Papua sangat populer hingga mancanegara. Bahkan, gunung ini masuk dalam 7 puncak dunia (seven summit) dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan paling diminati oleh para pendaki.

Gunung Carstensz menjadi yang tertinggi di wilayah Oceania dan Benua Australia. Dalam wilayah Asia, Gunung Carstensz berada di posisi nomor dua setelah Gunung Hkakabo Razi, Myanmar, yakni setinggi 5.881 mdpl.

Carstensz memiliki trek serta panorama dari atas puncak yang memesona, dan menarik para pendaki. Namun, ada satu hal mendasar, yang perlu diketahui, puncak Carstensz dan puncak Jayawijaya adalah berbeda. Meskipun keduanya terletak pada satu tempat yang sama, puncak Carstensz dan puncak Jayawijaya punya karakteristik yang berbeda.

Puncak Carstensz merupakan tebing berbatu sedangkan puncak Jayawijaya adalah hamparan salju yang menyelimuti permukaan tanah. Karena letaknya yang berdekatan sehingga puncak Carstensz kerap disebut juga dengan puncak Jayawijaya.

Penasaran seperti apa keindahan Gunung Carstensz yang ada di Papua ini? Berikut ulasannya dirangkum pada Rabu (3/5/2023).

Pesona Gunung Carstensz

Gunung Carstensz terletak di negara beriklim tropis, pendaki dapat menemukan salju abadi pada bagian puncaknya. Sama halnya dengan gunung bersalju pada umumnya, badai salju dan hujan es kerap ditemui. Di malam hari, suhu udara juga mencapai di bawah nol derajat celcius. Namun, seiring berjalannya waktu salju abadi ini kian menipis, yang diakibatkan oleh ‘global warming’ atau pemanasan global.

Gunung Carstensz termasuk dalam area Taman Nasional Lorentz, yang terdaftar sebagai warisan dunia UNESCO sejak 1999. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang beragam budaya yang mengagumkan. Penjelajahan awal dilakukan oleh seorang Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz sekitar tahun 1909. Namun, dalam sumber lain menyatakan, piramida Carstensz pertama kali ditemukan oleh Jan Carstensz seorang penjelajah Belanda pada tahun 1623. Untuk menjelajahi gunung tertinggi di Indonesia ini tak cukup kekuatan fisik saja, melainkan pengetahuan, keahlian, dan juga kesiapan yang sangat matang.

Adapun berbagai pilihan rute untuk mencapai puncak Carstensz atau Jayawijaya antara lain seperti, perjalanan via PT Freeport Indonesia, perjalanan via Sugapa, dan perjalanan via Ilaga.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *